Mengenal Gagahnya Seorang Patih Gajah Mada – Bagi masyarakat Indonesia mungkin tak lagi asing ketika mendengar sosok Gajah Mada. Ia adalah sosok penting bagi kejayaan Kerajaan Majapahit. Dan memiliki peran utama untuk  menyatukan wilayah nusantara.

Sosok besar yang melahirkan semangat persatuan nusantara ini lahir di tepi Sungai Brantas, pada tahun 1299. Awal mulai karirnya, ia mengabdi sebagai seorang prajurit Kerajaan Majapahit.

Karena memiliki kecerdasan dan ketangkasan dari para prajurit lainnya, ia berhasil dipilih sebagai panglima Bhayangkara. Yang di mana ia memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi seorang raja beserta keluarganya.

Menurut sumber kitab dan prasasti Jawa Kuno, ia memulai perjalanannya pada tahun 1313 dan meroket setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti pada era pemerintahan Sri Jayanagara.

Pada peristiwa pemberontakan ia berhasil mengatasi pemberontakan paling berbahaya dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Ketika bertugas, ia mampu menyelamatkan Prabu Jayanegara dari serangan pemberontakan. Setelah peristiwa tersebut ia diangkat sebagai Patih Kahuripan pada 1319.

Setelah dua tahun kemudian, ia menggantikan Arya Tilam, pada waktu itu memiliki jabatan sebagai Patih Daha. Pengangkatan jabatan tersebut bisa ia capai karena ia memiliki jiwa yang mengesankan, dapat berbicara dengan tegas dan tajam, ikhlas, jujur serta miliki pikiran sehat.

Karena pengangkatan tersebut membuat ia masuk ke dalam strata sosial elitis Kerajaan Majapahit pada waktu itu. Setelahnya, ketika Jayanegara meninggal, ia mengemban tugas menggantikan Jayanegara melalui penunjukan dari Ibusuri Gayatri.

Walaupun awalnya ia menolak, tetapi ia ingin memberikan jasa terlebih dahulu pada Majapahit dengan cara menaklukan Keta dan Sadeng ketika waktu itu melakukan pemberontakan.

Ketika ia sedang dilantik, terjadi suatu momen bersejarah yang fenomenal sampai saat ini, selama perjalanan perjuangannya. Yaitu; mengucapkan Sumpah Palapa.

Sebagaimana tercatat dalam kitab pararaton:

SIRA GAJAH MADA PEPATIH AMUNGKUBUMI TAN AYUN AMUKTI PALAPA, SIRA GAJAH MADA: LAMUN HUWUS KALAH NUSANTARA INGSUN AMUKTI PALAPA, LAMUN KALAH RING GURUN, RING SERAM, TAÑJUNGPURA, RING HARU, RING PAHANG, DOMPO, RING BALI, SUNDA, PALEMBANG, TUMASIK, SAMANA INGSUN AMUKTI PALAPA.

Dengan memiliki arti; Gajah Mada sang Maha Patih tak akan menikmati palapa. “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Dompo, Pulau Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa.

Walaupun sekelompok orang meragukan sumpahnya, Gajah Mada hampir berhasil menaklukan dan menyatukan Nusantara. Beberapa wilayah telah ia taklukan, seperti; Bedahulu (Bali) dan Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Sriwijaya), Tamiang, Samudra Pasai, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra) telah ditaklukkan. Lalu Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin,.

Sambas, Lawai, Kandangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Solok, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.

Setelah itu ia tetap meneruskan perluasan kekuasaaan dengan melakukan penaklukan wilayah timur. Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwuk, Makassar, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.

Namun, ketika ia ingin melakukan perluasan untuk menaklukan Kerajaan Sunda, dengan melakukan langkah-langkah diplomasi hendak menikahi Dyah Pitaloka Citraresmi, Gajah Mada melakukan pemaksaan menjadikan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan, terjadi penolakan Kerajaan Sunda hingga akhirnya terjadilah pertempuran tidak seimbang pasukan Majapahit dan Kerajaan Sunda.

Atas kejadian tersebut Dyah Pitaloka bunuh diri karena melihat ayah dan seluruh pasukannya mati ketika perang. Akibatnya membuat perjalanan diplomasi tidak berjalan dengan baik. Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya karena di pandang ingin melakukan invasi militer padahal jalan tersebut tidak boleh dilakukan.

Seperti itulah kegagahan seorang tokoh fenomenal dalam sejarah Nusantara. Walaupun ia memilki peranan penting dalam menyatukan nusantara, akhir riwayat Gajah Mada hingga saat ini masih belum jelas. Namun, sebagai tanda penghormatan kepadanya, para pemimpin seperti; Sukarno dan Muh. Yamin, sering menyebut sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan “bukti” bahwa bangsa ini dapat bersatu, meskipun meliputi wilayah yang luas dan budaya yang berbeda-beda. Dengan demikian, Gajah Mada adalah inspirasi bagi revolusi nasional Indonesia untuk usaha kemerdekaannya dari kolonialisme Belanda.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

http://206.189.145.117/

Situs Togel

Prediksi Togel

Togel Terpercaya

Bandar Toto Togel Online

Daftar Bandar Togel

Toto Togel Terpercaya

Togel Slot Gacor

Agen Judi Slot88 Online Gacor Terpercaya

Togel Online

Situs Togel

Cara Daftar Togel Online

Situs Toto HK 6D Terbesar Dan Terpercaya

Daftar BO Togel Terpercaya

Daftar Bandar Togel Terpercaya Hadiah 4d 9,9 Juta > Coloktoto

situs togel toto macau terpercaya

Situs Toto Togel Terpercaya

situs togel toto terpercaya daftar togel resmi

Agen togel resmi