Sejarah Tokoh Nitisemito sebagai Raja Kretek – Tahukah kamu tentang Raja Kretek? Tokoh Nitisemito, Raja Kretek yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Inilah sejarah kehidupan beliau.

Nitisemito lahir pada tahun 1853 di Kudus. Beliau memiliki nama asli Roesdi. Nama tersebut diberikan oleh ayahnya, yang merupakan seorang Lurah. Nama Nitisemito dipilihnya sendiri untuk disandang sejak ia dewasa.

Kenginan ayahnya, beliau bersekolah dan melanjutkan jabatan ayahnya sebagai lurah. Namun keinginan tersebut tidak dilakukan oleh Nitisemito. Beliau memilih berdagang, merantau dan menjadi pengusaha, membuka usaha milik sendiri. Walaupun semua tidak secara langsung memberikan hasil yang baik, usaha perdagangan tetap dilakukan olehnya semasa muda. Beberapa usaha yang dilakukan olehnya yaitu mulai dari usaha konveksi, penjualan batik, yang keduanya gagal karena memiliki banyak saingan, hingga akhirnya memutuskan untuk menikah dan menjual rokok kretek.

Hingga pada akhirnya beliau menikah dengan Nasilah, penjual tembakau, yang juga merupakan peracik rokok kretek. Istrinya meracik rokok kretek ketika masih berjualan tembakau. Rokok racikannya tersebut diminati oleh banyak orang, kemudian dari situlah mereka memulai usaha rokok kretek.

Usaha pabrik rokok kretek beliau mulai berkembang pada tahun 1916, kemudian menjalani masa jayanya hinga tahun 1934. Rokok kretek miliknya berhasil dijual hingga Jawa Barat, Jakata, Kalimantan, Sulawesi, bahkan hingga ke Belanda. Kemajuan usaha rokok kreteknya sangat pesat. Hingga menjadi perusahaan rokok kretek terbesar di Indonesia. Bahkan pada masa itu, Nitisemito mampu menyewa pesawat Fokker untuk digunakan menyebarkan brosur rokok kreteknya ke Jawa Barat dan Jakarta. Tidak hanya itu, promosi yang dilakukan oleh beliau merupakan strategi promosi yang sudah modern, terbukti dengan melakukan promosi di klub sepakbola kesukaan, menggunakan media radio, memberikan hadiah berupa cangkir, gelas, jam tangan, dan jam dinding, serta sepeda, yang semuanya bertuliskan logo rokok kretek miliknya.

Dalam perjalanan usahanya, rokok kretek yang dijualnya mengalami beberapa kali perubahan merk dagang. Perubahan tersebut ialah dari merk dagang Tjap Kodok Mangan Ulo, berganti menjadi Tjap Soempil, berganti lagi menjadi Tjap Djeroek, dan yang terakhir berganti menjadi Tjap Bal Tiga. Merk dagang Tjap Bal Tiga itulah yang kemudian dipatenkan oleh  Belanda hingga berakhirnya usaha kretek beliau. Ratu Wilhelmina bahkan memberi sebutan khusus kepadanya sebagai De Kretek Konning atau dalam bahasa Indonesia berarti Raja Kretek. Beliau disegani oleh Belanda karena hal tersebut. Pabrik rokoknya juga menghasilkan 8 juta batang rokok setiap harinya.

Selain sukses di bidang usaha, beliau juga sukses melakukan kegiatan politik dengan dekat dengan beberapa tokoh perjuangan pada masa itu. Rasa nasionalisme yang dimilikinya juga tinggi, haltersebut terbukti dengan kemauannya untuk menyumbangkan sesuatu untuk mendukung perjuangan kemerdekanan Republik Indonesia. Bahkan villa beliau yang berada di Salatiga digunakan untuk melakukan perundingan oleh Bung Karno.

Itulah sejarah singkat mengenai Raja Kretek. Raja Kretek yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Yang berhasil memperjualbelikan rokok kreteknya ke beberapa daerah di luar Pulau Jawa.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

http://206.189.145.117/

Situs Togel

Prediksi Togel

Togel Terpercaya

Bandar Toto Togel Online

Daftar Bandar Togel

Toto Togel Terpercaya

Togel Slot Gacor

Agen Judi Slot88 Online Gacor Terpercaya

Togel Online

Situs Togel

Cara Daftar Togel Online

Situs Toto HK 6D Terbesar Dan Terpercaya

Daftar BO Togel Terpercaya

Daftar Bandar Togel Terpercaya Hadiah 4d 9,9 Juta > Coloktoto

situs togel toto macau terpercaya

Situs Toto Togel Terpercaya

situs togel toto terpercaya daftar togel resmi

Agen togel resmi